Cari solusi disini

Jaring Solutions Jurnalism

Kami mengumpulkan dan menandai setiap cerita, memberi Anda kemampuan untuk menemukan liputan ide dan pendekatan yang efektif atau menjanjikan - berdasarkan masalah, lokasi, jurnalis, dan faktor keberhasilan (wawasan strategis yang muncul sebagai pola).

Kirimkan Karyamu

Kirim karyamu dengan menjadi kontributor.

Daftar

Mendapat Solusi

Dapatkan solusi yang sudah kami kumpulkan

Cari disini

Dapatkan Beasiswa

Kami memberikan beasiswa pelatihan menulis karya (Solution Jurnalism)

Daftar

Solusi Terkini

Cerita dari Tribun: Mendukung Tanpa Membunuh

Sejarah suporter di tanah air diselimuti fanatisme buta. Nyawa menjadi murah dibandingkan pertandingan yang mereka saksikan. Fanatisme, mengubah kesenangan menjadi tragedi. Kebencian diekspresikan secara terbuka dan massal. Konflik antarsuporter yang terjadi saat ini, merupakah buah dari bibit kebencian yang ditanam puluhan tahun lalu. Kebencian diekspresikan dalam lagu berlirik, “dibunuh saja”. Dengan sukacita lagu itu dinyanyikan…

Menabur Ilmu, Menuai Persaudaraan di Tembok Bolong

PERAYAAN Ekaristi di Gereja Santo Bartolomeus Taman Galaxi, Bekasi, belum lama usai. Theodora Karunia Masharini buru-buru melangkah menuju parkiran. Ia menghidupkan motor  dan meninggalkan gereja bersama seorang rekan. Mereka meluncur ke Kampung Tembok Bolong, sekitar 1,5 kilo meter di sebelah utara Gereja Santo Bartolomeus. Kampung padat penduduk itu masuk dalam kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi…

Damkar Swasta Pontianak: Harmonisasi Etnis dan Agama

Trauma konflik etnis di Kalimantan Barat menghantui kepalanya. Empat etnis di Kalbar, Melayu, Dayak, Tionghoa dan Madura memang memiliki catatan konflik. Dalam artikel ‘Menelusuri Akar Konflik Antaretnik di Kalimantan Barat’, Arkanudin (2006) menulis konflik paling banyak melibatkan Dayak-Madura. Jumlahnya 12 kali disertai kekerasan sejak 1952-1999. Usman seorang Madura. Dia lahir dan besar di Pontianak. Dampak…

Cahaya Dari Ahmadiyah

Sejak 2008 hingga 2017 Indonesia mengimpor 800 kornea mata. Itu pun tak cukup untuk mengisi kekosongan. Komunitas Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) menawarkan solusi lewat program Keluarga Donor Mata Haru menyeruak dari sebuah rumah di Desa Tenjowaringin, Kecamatan Selawu Tasikmalaya, subuh itu. Keluarga dan kerabat almarhumah Susi Fasalawati berkumpul, merapal doa, seraya melantunkan ayat suci Al…